Kamis, 26 September 2013

Aesthethics - (20-09-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto

Pada pertemuan kedua ini kami membahas tentang periode Yunani Kuno.
Berikut tokoh-tokoh filsafat pada periode Yunani Kuno :
  1. Plato
    Lahir tahun 427 SM di Athena, dari keluarga bangsawan. Ayahnya adalah keturunan raja terakhir Athena dan ibunya adalah ahli hukum ternama. Ia belajar filsafat dari Sokrates, menjadi teman dan murid. Dia mendirikan "Akademia" tahun 387 SM di Athena, dan Politeia (Republic) merupakan salah satu karya terkenalnya.
    Plato adalah seorang yang "Idealis", ideal maksudnya sebuah prinsip universal yang menyngkinkan sesuatu untuk ada dan ideal itu bersifat kekal, universal, nalar.
    Kata-kata kunci pemikiran Plato:
    • Kebenaran yang sejati
    • Kebenaran yang kekal
    • Kebenaran didapatkan melalui kapasitas akal/nalar
Seni adalah imitasi (mimesis-mimeseos) tiruan dari tiruan.
Beberapa alasan mengapa Plato keberatan terhadap seni:
    • Semakin jauh dari idea
    • Seni bersifat emosional

2.      Aristoteles
Lahir tahun 384 SM di Staggra, Yunani Utara. Ia belajar di “Akademia” selama 18 tahun. Pada tahun 342 SM dia diundang ke Makedonia sebagai guru pribadi Iskandar Agung Muda. Tahun 335 SM kembali ke Athena dan mendirikan “Lyceum”. Tahun 323 SM dia kabur dari Athena karena dituduh menyebarkan ateisme.
Hyle-morfisme: meta-fisika empiris aristoteles
Hyle: “Materi” – kemungkinan suatu benda untuk mempunyai bentuk
Morfisme: “Bentuk” – Prinsip yang memberikan aktualitas/kenyataan pada materi
Empat penyebab:
o   Penyebab material
o   Penyebab formal
o   Penyebab efisien
o   Penyebab final
Seni dan katharsis atau “pemurnian”. Meta fisika plotinus: teori emanasi dan remanasi

3.      Plotinus
Masa hidup 205 (Mesir) – 270 (Roma) dan menetap di Alexandria dan membuat rangkuman atas “Filsafat Tunur”. Disebut sebagai filsuf Neo-Platonis. Dan karya terkenalnya adalah Enneads, yang diterbitkan oleh muridnya, Porfirius.
Plotinus ada pada jaman Hellenisme.

Yang Esa (The One)
Extasis                       R                                                                     E
                                 E                        Nous (Spirit)                         M
Tontemplation            M                                                                   A
                                 A              Jiwa Dunia (World Soul)                 N
                                 N                                                                    A
                                 A                  Jiwa Individu (Soul)                    S
Purification               S                                                                      I
                                  I                             Materi

Tahap Remanasi:
o   Pemurnian diri
o   Kontemplasi
o   Penyatuan dan peleburan
Estetika Plotinus : Keindahan dan kesakralan.
Perbedaan antara “Keindahan luar” dan “Keindahan dalam”.
Sekian dari pembahasan kami tentang tokoh-tokoh Yunani Kuno. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya.

Kamis, 12 September 2013

Aesthetics - (06-09-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto

Dalam pertemuan pertama kali ini kami membahas tentang apa itu estetika dan beberapa faktor pembentuk estetik. Etimologi, berasal dari bahasa Yunani kuno "aisthanomai" yang artinya mengamati dengan indera terkait dengan aesthesis, yaitu penerapan.

Beberapa definisi umum estetika, yaitu estetika merupakan ilmu pengetahuan tentang pengamatan inderawi, estetika juga merupakan renungan filosofis tentang seni atau filsafat seni. Estetika tidak hanya menyelediki yang indah, tetapi juga ada yang buruk. Estetika juga merupakan permohonan tentang cita rasa.

Estetika adalah teori-teori yang mengcakup penyelidikan tentang hal-hal indah, penyelidikan tentang prinsip-prinsip keindahan seni, dan pengalaman yang berkaitan dengan seni dan penciptaan.

Beberapa faktor pembentuk estetik, yakni kita adalah makhluk yang bertubuh (embodied beings). Kesimpulan pertama adalah pengalaman apapun, termasuk pengalaman estetis, berawal dari kenyataan bahwa kita adalah makhluk yang bertubuh. Kesimpulan kedua adalah yang dimaksud dengan "tubuh" terdiri dari lapusan indrawi/fisik dan mental/akal, oleh karena itulah kita adalah makhluk yang terus berubah. Dan kesimpulan ketiga adalah pengalaman estetis, sebagai pengalaman berubah dapat mendorong terjadinya transformasi. Faktor pembentuk estetik lainnya adalah kita merupakan makhluk yang kognitif (dapat berpikir).

Ada juga argumen-argumen yang menentang estetika, beberapanya adalah karena sifatnya fana (segala yang kita alami, terutama melalui indera), sifatnya ambigu dan tidak konsisten, cepat pintas dan hanya sejenak, dan sesuatu secara pasti dan persis seperti ilmu matematika, serta bersifat subjektif (soal rasa, ada hal-hal yang hanya bisa saya rasakan sendiri dan tidak bisa dibagi dengan orang lain, begitu juga sebaliknya.

Mengapa kita harus peduli estetika? Tentu saja itu karena kita adalah makhluk yang etis.
Apa yang bisa kita dapat dari estetika?
  • Yunani kuno : Kosmosentrisme - Alam (kosmos) dianggap sakral dan menjadi acuan refleksi. Makrokosmos dan mikrokosmos.
  • Abad pertengahan : Teosentrisme - Tuhan (Teos). Agama Kristen membuka pikiran baru dan sang ilahi menjadi acuan refleksi.
  • Masa modern : Antroposentrisme - Manusia (anthropos). Manusia menjadi titik pusat penyelidikan filsafat. Dipicu oleh zaman renaisans di Barat.
  • Abad ke 20 dan 21 : Teknologi informatika - Teknologi, informasi, dan simulasi digital sebagai komoditas. Kata kunci : simulacrum, simulasi digital, realitas virtual, hiper realitas, hologram.