Kamis, 19 Desember 2013

Aesthetics (13-12-13)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto


Pada pertemuan kali ini kami membahas tentang estetika Zen Buddhisme. Zen itu sendiri adalah gaya hidup, dan bukan hanya sesuatu yang harus dipelajari.

Berikut adalah kunci konsep estetikanya:
Wabi-sabi:
  • Konsep estetika Jepang yang berpusat pada penerimaan akan ketidak kekalan dan ketidak sempurnaan sebagai sifat kehidupan.
  • Dalam paham itu ini, keindahan sering dianggap bersifat "tidak sempurna, tidak kekal, dan tidak komplit."
  • Konsep ini berkembang dari ajaran Zen Buddhisme mengenai tiga ciri khas kehidupan, yaitu ketidak kekalan, penderitaan, dan kekosongan atau kehampaan atas diri kita yang sejatinya.
Contohnya: Upacara minum teh dalam kebudayaan Jepang merupakan penerapan ajaran wabi-sabi.

"Though many people drink tea, if you do not know the wat of tea, tea will drink you up" - Rikyu (Biksu)
Toyobo tea-house di Kuil Kenninji, Kyoto. Dikatakan dibangun tahun 1587 oleh Rikyu.

Salah satu Tea Master yang terkenal dari kebudayaan Jepang adalah Murata Shuko di abad 15.

Wabi berarti ketidakberadaan atau kesederhanaan, artinya semua yang ada di tea-house ini tidak boleh berlebih, tidak boleh terlihat mewah.

Berikut adalah tujuh prinsip estetika wabi-sabi:
  • Tiga prinsip kunci yang pertama adalah kesederhanaan, ketenangan, dan kealamiahan.
    1. Kesederhanaan adalah penerapan secara minimal dan sewajarnya. Tidak diperlukan lebih dari ini, melainkan hasil pengalaman estetis yang merendahkan.
    2. Ketenangan ini maksudnya merasa tersentuh dari dalam nurani, dengan rasa tentram dan bukan rasa yang meluap-luap atau heboh.
    3. Kealamiahan ini maksud menghindari sesuatu yang dibuat-buat atau dirancang menurut rencana seorang seniman berusaha untuk membuat karyanya untuk terlihat seakan telah selamanya menjadi baguan dari alam, seakan-akan tanpa adanya intervensi manusia. Karyanya (apakah sebuah taman, sebuah jalan setapak, atau sebuah pahar seakan dari kecelakaan alamiah)
     
  • Dari wabu terdapat dua kunci, yaitu ketidak bergantungan dan kedalam halusan.
    1. Ketidak bergantungan ini adalah aspek yang memberukan sebuah karya rasa yang segar dan orisinil. Karyanya terlihat familiar, rapi tergantung pada hal apapun.
    2. Kedalam halusan adalah karya tersebut memiliki gaung dalam diri kita dan pada dirinya sendiri, dengan nuansa dan kemungkinan yang berlapis-lapis di satu sisi terselubung, namun juga terasa dengan jelas.
  •  Dari sabi terdapat dua prinsip kunci, yaitu sublimitas dan asimetri.
    1. Asimetri, yaitu menolak simetri pada bentuk dan keseimbangan, demi mematuhi alam. Ini bertolak belakang dengan estetika Barat, yang pada tradisinya mematuhi hukum simetri, seperti terlihat pada karya visual, sastra dan musik.
    2. Sublimitas adalah mencari inti sari yang paling esensial dari karya dan konteksnya. Yang tidak esensial dianggap membebani pemirsa dan mengganggu pengalaman.

Kamis, 12 Desember 2013

Aesthetics [6 -12 / 12 / 2013]

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto



6/12/2013




Pada pertemuan kali ini kami membahas tentang estetika romantik dengan beberapa tokohnya, yaitu Schopenhauer dan Nietzsche yang juga merupakan para pemikir zaman akhir abad 19.

Rasionalisme oleh Baumgarten bahwa keindahan adalah scientific (fakta indrawi dan logis). kecenderungan inilah yang ditolak oleh estetika romantik. Yang menjadi salah satu ide Schopenhauer adalah sebuah kehendak (The Will).

Arthur Schopenhauer
Lahir di Danzig (Polandia) tahun 1788. Berpindah-pindah ke Hamburg, Paris, Inggris. Karena sebuah warisan, dia mampu kuliah di Universitas Gottingen, dimana mulai mengenal filsafat Immanuel Kant. Pada tahun 1819 Schopenhauer mulai menjadi dosen di Universitas Berlin. Karya terkenalnya adalah The World as will and Representation.
"Hasrat" tidak hanya membentuk tindakan manusia, tapi bahkan penyebab segala sesuatu yang ada > kategori metafisika.
Menurut Schopenhauer manusia dimotivasi oleh suatu daya kehendak dasar, yaitu kehendak untuk hidup. Dan arti kehendak menurut Schopenhauer adalah Realitas Noumenal (metafisika) vs. Realitas Fenomenal yang artinya dunai sebagai kehendak dan representasi.

Manusia adalah budak-hasrat (keinginan untuk memiliki hal ini-itu yang memperbudak manusia). Bagaimana kehendak itu ditaklukan? Menurut Schopenhauer, bunuh diri bukan merupakan solusinya, karena hanya menghilangkan kehendak fenomenal, namun kuasa atau semedi adalah salah satu caranya.

Estetika menurut Schopenhauer: seni dan estetika memberi jalan keluar untuk manusia hanya sementara. Seni adalah wujud dari kehendak transendental. Karya seni adalah karya yang dibuat oleh para seniman dalam moment genius.
Berikut Hierarki Seni Murni:
  • Musik
  • Puisi
  • Patung & Lukisan
  • Lanskap (Landscape)
  • Arsitektur

Friedrich Nietzsche
Lahir di Rocken tahun 1844 . Mendapat pendidikan terbaik, hingga kuliah di bidang filologi di Universitas Bonn dan Leipzig. Nietzsche ini adalah orang sakit-sakitan selama hidupnya (migran, insomnia, disentri, dipetri, sifilis), tapi dia tetap menulis bahkan ketika dia setengah buta. Teman dekat kemudian menjadi musuh komposer Richard Wagner. Karya terkenalnya adalah The Birth of Tragedy. Menurut dari pandangan Nietzsche, kehendak itu harus dipenuhi.

======================================

 12/12/2013

Pada pertemuan selanjutnya, kami membahas tentang teori kritis yang dikembangkan oleh akademis "Mazhab Frankfurt". Kritis berarti tidak ada ide atau gagasan yang netral. Berikut adalah tokoh-tokohnya:

Theodar Adorno
Lahir pada tahun 1903 dan meninggal di tahun 1969. Dia adalah seorang filsuf dan musicolog yang berasal dari Jerman.Theodar Adarno ini merupakan salah satu tokoh dari Mazhab Frankfurt yang terasingkan di Amerika Serikat dan Inggris pada masa Perang Dunia ke-2. Karya terbesarnya adalah Dialectic of Enlightenment dan Dialectic Negative.

Max Harkheimer
Lahir pada tahun 1895 dan meninggal pada tahun 1973. Dia adalah seorang filsuf dan sosiolog yang berasal dari Jerman sama seperti Theodar Adorno. Max Harkheimer juga merupakan tokoh dari Mazhab Frankfurt yang pernah menjabat sebagai direktur di Intstitute for Social Research yang berpengaruh besar pada arahan "Mazhab Frankfurt". Karya terbesarnya adalah Dialectic of Enlightenment.

Buku mereka yang mereka buat adalah tentang kritik "Industri Budaya" (Culture Industry). Menurut mereka pada abad 20, budaya sudah menjadi pabrik belaka. Pada abad 20, budaya yang berkembang adalah industrialisasi, dan dampaknya budaya di abad 20 tidak melahirkan kesenian, tapi melahirkan produk atau komoditas.
Kritik mereka terhadap "Industri Budaya":
  • Budaya sebagai "industri"
  • Materialisme Historis (Karl Marx)
  • Estetika sebagai kritik sosial
Kesimpulannya adalah yang memberikan hiburan untuk para komsumen bukanlah seni, melainkan komoditas.

Walter Benjamin
Lahir pada tahun 1892 dan meninggal pada tahun 1940. Dia seorang sastrawan, kritikus sosial, dan filsuf yang berasal dari Jerman. Benjamin juga merupakan tokoh dari Mazhab Frankfurt yang memiliki anak dari keluarga Yahudi yang berada. Karya-karya terbesarnya adalah The Arcades Project.

Menurut Benjamin, karya seni dalam era reproduksi mesin, tidak sama dengan karya seni asli karena tidak punya Otentisitas (keberadaan karya di suatu lokasi dan di suatu titik tertentu) dan Aura (semacam semangat zaman).

Kamis, 17 Oktober 2013

Aesthetics (11-10-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto


 Dalam pertemuan kali ini kami membahas tentang estetika rasionalisme Jerman, dan Baumgarten merupakan salah satu tokohnya. Dia lahir pada tahun 1714 dan meninggal pada tahun 1762. Dia lahir di Berlin sebagai Alexander Gottlieb Baumgarten, anak ke lima dari tujuh bersaudara, oleh ayahnya pendeta yang bernama Jacob Baumgarten dan istrinya Rosina Elisabeth.
Dia sangat dipengaruhi oleh Gottfried Wilhem Leibniz (1646-1716), seorang filsuf dan matematikawan Jerman. Dia juga dipengaruhi oleh filsuff Jerman Christian Wolff (1679-1754). Pada tahun 1742, Baumgarten adalah pengajar filsuf pertama yang memberikan kuliah tentang estitika, dan dari mata kuliah ini diterbitkan buku Aesthetica, dalam dua volume di tahun 1750 dan 1758.

Rasionalisme
Sebuah periode kebudayaan atau pergerakan intelektual di abad 18, yang berkembang di barat terutama Eropa, juga sering disebut sebagai era pencerahan (Enlightenment, aufklarung). Tokoh-tokoh yang mempengaruhi dari abad 17 adalah Baruch Spinoza, Voltaire, Isaac Newton, John Locke.

Arti Estetika Menurut Baumgarten
Pembedaan "kognisi", yang pertama "indrawi" (sensitiva) adalah kemampuan kognisi yang lebih rendah (inferior), yang menerap sensai dan membentuk pengetahuan indrawi; dan yang kedua, "intelek" (intelletus) adalah kemampuan kognisi yang lebih tinggi, yang "mengetahui hal-hal secara filosofis".

Definisi Estetika
Definisi pertama, "Estetika (sebagai teori tentang liberal arts, sebagai kognisi yang lebih inferior, sebagai teori tentang berpikir secara indah dan sebagai seni berpikir yang dapat disamakan dengan akal) adalah sebuah sains mengenai kognisi pancaindrawi (sensual cognition)."
Definisi yang kedua, "Kapasitas kognisi iferior ini, yang terbentuk secara alamiah, diwajibkan untuk berpikir secara indah. Hal ini tidak saja mungkin ada secara simultan dengan kapasitas kognisi alamiah yang lebih tinggi, tapi diwajibkan sebagai prasyarat (sine qua non) berpikir secara indah (beautiful thinking)".

Tentang Kebenaran Estetik
Kebenaran estetik adalah sebuah kebenaran yang melindungi pengalaman yang dirasakan secara langsung, dalam kekayaan dan kompleksitasnya secara individu. Dan estetika monad adalah representasi estetik tentang kesatuan yang lebih besar dalam suatu benda yang indah - berpikir secara indah (pulchre cogitare).
Kebenaran estetik memiliki 3 kriteria yang berfungsi untuk menilai kesempurnaan dari kognisi pengetahuan pancaindrawi, 3 kriteria tersebut adalah:
  1. Kekayaan imajinasi: lebih sempurna semakin banyaknya elemen individual.
  2. Magnitud/besarnya imajinasi: kompleksitas yang terkait dengan suatu permasalahan.
  3. Kejelasan/kejernihan penyampaian/penghadiran.
Tentang Kejelasan Ekstensif (claritas extensiva)
Baumgarten menggagas bahwa "kejelasan secara ekstensif" dari representasi pancaindrawi harus dianggap sebagai tolak ukur kesempurnaan kognisi pancaindrawi (dalam buku The Reflections on Poetry, dan dalam Metaphysica).  "Kejelasan secara ekstensif" adalah sebuah kejelasan yang mengumpukan sebanyak mungkin representasi yang membingungkan atau terpilah-pilah dalam sebuah representasi indrawi khusus (misalnya, dalam puisi). "Kejelasan secara ekstensif" juga dijadikan tolak ukur kesempurnaan kognisi pancaindrawi karena jelas/jernih, meski kabur atau ambigu.

Apa arti dari "Seni"?
Seni adalah wujud konkrit dari keindahan yang berupaya untuk mewakili keperpaduan dan keharmonisan dunia. Ini terpengaruh oleh Leibniz, yang mengatakan bahwa dunia diciptakan sebagai indah dan ada keharmonisan disana. Baumgarten setuju dengan "teori pulchrum" yang mengatakan bahwa semesta adalah ciptaan yang indah dan semua benda yang indah yang ada didalamnya adalah cerminan dari kesatuan itu.
Seni juga memiliki nilai guna (practical value), nilai guna seni terdiri dari dua bagian, yaitu:
  1. Sebuah teori mengenai confused cognition sebagai teori tentang pengalaman pancaindrawi membantu rasionalitas.
  2. Berhadapan dengan seni membantu kita menjadi manusia yang lebih "utuh" (well-rounded), yang mampu menyeimbangkan sensualitas dan rasionalitas, kelangsungan estetis dan kognisi logis/matematis yang abstrak.

Kamis, 10 Oktober 2013

Aesthetics (04-10-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto


Pada pertemuan kali ini kami membahas tentang estetika pada periode renaisans dan beberapa tokohnya.
Etimologi:
  • Inggris dan Perancis: Renaisance
  • Italia: Rinascimento
  • Latin: Rinascere
Artinya "Dilahirkan Kembali" (Rebirth)

Berikut adalah beberapa tokoh pada periode renaisans:
  • Fransiskus dari Asist
    Fransiskus lahir pada tahun 1182 dan meninggal pada tahun 1226. Dia mendirikan Ordo Fransiskan. Fransiskus merupakan anak dari pedagang kain, dan pada abad 13 dia mengajarkan Yesus sebagai orang yang biasa.
     
  • Fransesco Petrarca
    Lahir pada tahun 1304 dan meninggal pada tahun 1374, dia merupakan seorang sastrawan Italia yang mempelajari sastra klasik Yunani - Romawi.
     
  • Marsilio Ficino
    Lahir pada tahun 1433 dan meninggal pada tahun 1499, dia merupakan seorang tokoh Humanisme Renaisans. Dia juga berperan sebagai pembangkit ajaran NeoPlatonisme. Marisilio juga merupakan salah satu penerjemah pertama tulisan-tulisan Plato.

  • Leon Battista Alberti
    Lahir pada tahun 1404 dan meninggal pada tahun 1472, dia merupakan seorang penulis, arsitek, pendeta, penyair, dan linguis. Dia mengenal estetika Yunani Kuno dari tulisan-tulisan Vitruvius dan Plinius. Bukunya yang berjudul On Painting menjelaskan sistem perspektif linear.

  • Leonardo da Vinci
    Lahir pada tahun 1452 dan meninggal pada tahun 1519, dia merupakan seorang seniman dan ahli ilmu alam. Dia mengembangkan teori perspektif menjadi beberapa macam, yaitu perspektif linear, perspektif warna, perspektif kabur (blur), dan perspektif udara. Dan beberapa teknik yang dia gunakan adalah teknik "kiaraskuro" dan "sfumato" (smoky effect).

Kamis, 26 September 2013

Aesthethics - (20-09-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto

Pada pertemuan kedua ini kami membahas tentang periode Yunani Kuno.
Berikut tokoh-tokoh filsafat pada periode Yunani Kuno :
  1. Plato
    Lahir tahun 427 SM di Athena, dari keluarga bangsawan. Ayahnya adalah keturunan raja terakhir Athena dan ibunya adalah ahli hukum ternama. Ia belajar filsafat dari Sokrates, menjadi teman dan murid. Dia mendirikan "Akademia" tahun 387 SM di Athena, dan Politeia (Republic) merupakan salah satu karya terkenalnya.
    Plato adalah seorang yang "Idealis", ideal maksudnya sebuah prinsip universal yang menyngkinkan sesuatu untuk ada dan ideal itu bersifat kekal, universal, nalar.
    Kata-kata kunci pemikiran Plato:
    • Kebenaran yang sejati
    • Kebenaran yang kekal
    • Kebenaran didapatkan melalui kapasitas akal/nalar
Seni adalah imitasi (mimesis-mimeseos) tiruan dari tiruan.
Beberapa alasan mengapa Plato keberatan terhadap seni:
    • Semakin jauh dari idea
    • Seni bersifat emosional

2.      Aristoteles
Lahir tahun 384 SM di Staggra, Yunani Utara. Ia belajar di “Akademia” selama 18 tahun. Pada tahun 342 SM dia diundang ke Makedonia sebagai guru pribadi Iskandar Agung Muda. Tahun 335 SM kembali ke Athena dan mendirikan “Lyceum”. Tahun 323 SM dia kabur dari Athena karena dituduh menyebarkan ateisme.
Hyle-morfisme: meta-fisika empiris aristoteles
Hyle: “Materi” – kemungkinan suatu benda untuk mempunyai bentuk
Morfisme: “Bentuk” – Prinsip yang memberikan aktualitas/kenyataan pada materi
Empat penyebab:
o   Penyebab material
o   Penyebab formal
o   Penyebab efisien
o   Penyebab final
Seni dan katharsis atau “pemurnian”. Meta fisika plotinus: teori emanasi dan remanasi

3.      Plotinus
Masa hidup 205 (Mesir) – 270 (Roma) dan menetap di Alexandria dan membuat rangkuman atas “Filsafat Tunur”. Disebut sebagai filsuf Neo-Platonis. Dan karya terkenalnya adalah Enneads, yang diterbitkan oleh muridnya, Porfirius.
Plotinus ada pada jaman Hellenisme.

Yang Esa (The One)
Extasis                       R                                                                     E
                                 E                        Nous (Spirit)                         M
Tontemplation            M                                                                   A
                                 A              Jiwa Dunia (World Soul)                 N
                                 N                                                                    A
                                 A                  Jiwa Individu (Soul)                    S
Purification               S                                                                      I
                                  I                             Materi

Tahap Remanasi:
o   Pemurnian diri
o   Kontemplasi
o   Penyatuan dan peleburan
Estetika Plotinus : Keindahan dan kesakralan.
Perbedaan antara “Keindahan luar” dan “Keindahan dalam”.
Sekian dari pembahasan kami tentang tokoh-tokoh Yunani Kuno. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya.

Kamis, 12 September 2013

Aesthetics - (06-09-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto

Dalam pertemuan pertama kali ini kami membahas tentang apa itu estetika dan beberapa faktor pembentuk estetik. Etimologi, berasal dari bahasa Yunani kuno "aisthanomai" yang artinya mengamati dengan indera terkait dengan aesthesis, yaitu penerapan.

Beberapa definisi umum estetika, yaitu estetika merupakan ilmu pengetahuan tentang pengamatan inderawi, estetika juga merupakan renungan filosofis tentang seni atau filsafat seni. Estetika tidak hanya menyelediki yang indah, tetapi juga ada yang buruk. Estetika juga merupakan permohonan tentang cita rasa.

Estetika adalah teori-teori yang mengcakup penyelidikan tentang hal-hal indah, penyelidikan tentang prinsip-prinsip keindahan seni, dan pengalaman yang berkaitan dengan seni dan penciptaan.

Beberapa faktor pembentuk estetik, yakni kita adalah makhluk yang bertubuh (embodied beings). Kesimpulan pertama adalah pengalaman apapun, termasuk pengalaman estetis, berawal dari kenyataan bahwa kita adalah makhluk yang bertubuh. Kesimpulan kedua adalah yang dimaksud dengan "tubuh" terdiri dari lapusan indrawi/fisik dan mental/akal, oleh karena itulah kita adalah makhluk yang terus berubah. Dan kesimpulan ketiga adalah pengalaman estetis, sebagai pengalaman berubah dapat mendorong terjadinya transformasi. Faktor pembentuk estetik lainnya adalah kita merupakan makhluk yang kognitif (dapat berpikir).

Ada juga argumen-argumen yang menentang estetika, beberapanya adalah karena sifatnya fana (segala yang kita alami, terutama melalui indera), sifatnya ambigu dan tidak konsisten, cepat pintas dan hanya sejenak, dan sesuatu secara pasti dan persis seperti ilmu matematika, serta bersifat subjektif (soal rasa, ada hal-hal yang hanya bisa saya rasakan sendiri dan tidak bisa dibagi dengan orang lain, begitu juga sebaliknya.

Mengapa kita harus peduli estetika? Tentu saja itu karena kita adalah makhluk yang etis.
Apa yang bisa kita dapat dari estetika?
  • Yunani kuno : Kosmosentrisme - Alam (kosmos) dianggap sakral dan menjadi acuan refleksi. Makrokosmos dan mikrokosmos.
  • Abad pertengahan : Teosentrisme - Tuhan (Teos). Agama Kristen membuka pikiran baru dan sang ilahi menjadi acuan refleksi.
  • Masa modern : Antroposentrisme - Manusia (anthropos). Manusia menjadi titik pusat penyelidikan filsafat. Dipicu oleh zaman renaisans di Barat.
  • Abad ke 20 dan 21 : Teknologi informatika - Teknologi, informasi, dan simulasi digital sebagai komoditas. Kata kunci : simulacrum, simulasi digital, realitas virtual, hiper realitas, hologram.