Kamis, 17 Oktober 2013

Aesthetics (11-10-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto


 Dalam pertemuan kali ini kami membahas tentang estetika rasionalisme Jerman, dan Baumgarten merupakan salah satu tokohnya. Dia lahir pada tahun 1714 dan meninggal pada tahun 1762. Dia lahir di Berlin sebagai Alexander Gottlieb Baumgarten, anak ke lima dari tujuh bersaudara, oleh ayahnya pendeta yang bernama Jacob Baumgarten dan istrinya Rosina Elisabeth.
Dia sangat dipengaruhi oleh Gottfried Wilhem Leibniz (1646-1716), seorang filsuf dan matematikawan Jerman. Dia juga dipengaruhi oleh filsuff Jerman Christian Wolff (1679-1754). Pada tahun 1742, Baumgarten adalah pengajar filsuf pertama yang memberikan kuliah tentang estitika, dan dari mata kuliah ini diterbitkan buku Aesthetica, dalam dua volume di tahun 1750 dan 1758.

Rasionalisme
Sebuah periode kebudayaan atau pergerakan intelektual di abad 18, yang berkembang di barat terutama Eropa, juga sering disebut sebagai era pencerahan (Enlightenment, aufklarung). Tokoh-tokoh yang mempengaruhi dari abad 17 adalah Baruch Spinoza, Voltaire, Isaac Newton, John Locke.

Arti Estetika Menurut Baumgarten
Pembedaan "kognisi", yang pertama "indrawi" (sensitiva) adalah kemampuan kognisi yang lebih rendah (inferior), yang menerap sensai dan membentuk pengetahuan indrawi; dan yang kedua, "intelek" (intelletus) adalah kemampuan kognisi yang lebih tinggi, yang "mengetahui hal-hal secara filosofis".

Definisi Estetika
Definisi pertama, "Estetika (sebagai teori tentang liberal arts, sebagai kognisi yang lebih inferior, sebagai teori tentang berpikir secara indah dan sebagai seni berpikir yang dapat disamakan dengan akal) adalah sebuah sains mengenai kognisi pancaindrawi (sensual cognition)."
Definisi yang kedua, "Kapasitas kognisi iferior ini, yang terbentuk secara alamiah, diwajibkan untuk berpikir secara indah. Hal ini tidak saja mungkin ada secara simultan dengan kapasitas kognisi alamiah yang lebih tinggi, tapi diwajibkan sebagai prasyarat (sine qua non) berpikir secara indah (beautiful thinking)".

Tentang Kebenaran Estetik
Kebenaran estetik adalah sebuah kebenaran yang melindungi pengalaman yang dirasakan secara langsung, dalam kekayaan dan kompleksitasnya secara individu. Dan estetika monad adalah representasi estetik tentang kesatuan yang lebih besar dalam suatu benda yang indah - berpikir secara indah (pulchre cogitare).
Kebenaran estetik memiliki 3 kriteria yang berfungsi untuk menilai kesempurnaan dari kognisi pengetahuan pancaindrawi, 3 kriteria tersebut adalah:
  1. Kekayaan imajinasi: lebih sempurna semakin banyaknya elemen individual.
  2. Magnitud/besarnya imajinasi: kompleksitas yang terkait dengan suatu permasalahan.
  3. Kejelasan/kejernihan penyampaian/penghadiran.
Tentang Kejelasan Ekstensif (claritas extensiva)
Baumgarten menggagas bahwa "kejelasan secara ekstensif" dari representasi pancaindrawi harus dianggap sebagai tolak ukur kesempurnaan kognisi pancaindrawi (dalam buku The Reflections on Poetry, dan dalam Metaphysica).  "Kejelasan secara ekstensif" adalah sebuah kejelasan yang mengumpukan sebanyak mungkin representasi yang membingungkan atau terpilah-pilah dalam sebuah representasi indrawi khusus (misalnya, dalam puisi). "Kejelasan secara ekstensif" juga dijadikan tolak ukur kesempurnaan kognisi pancaindrawi karena jelas/jernih, meski kabur atau ambigu.

Apa arti dari "Seni"?
Seni adalah wujud konkrit dari keindahan yang berupaya untuk mewakili keperpaduan dan keharmonisan dunia. Ini terpengaruh oleh Leibniz, yang mengatakan bahwa dunia diciptakan sebagai indah dan ada keharmonisan disana. Baumgarten setuju dengan "teori pulchrum" yang mengatakan bahwa semesta adalah ciptaan yang indah dan semua benda yang indah yang ada didalamnya adalah cerminan dari kesatuan itu.
Seni juga memiliki nilai guna (practical value), nilai guna seni terdiri dari dua bagian, yaitu:
  1. Sebuah teori mengenai confused cognition sebagai teori tentang pengalaman pancaindrawi membantu rasionalitas.
  2. Berhadapan dengan seni membantu kita menjadi manusia yang lebih "utuh" (well-rounded), yang mampu menyeimbangkan sensualitas dan rasionalitas, kelangsungan estetis dan kognisi logis/matematis yang abstrak.

Kamis, 10 Oktober 2013

Aesthetics (04-10-2013)

Nama : Andy Christian
NIM : 12120210103
Kelas : C
Dosen : Dr. B. Almitra Irawati Budhyarto


Pada pertemuan kali ini kami membahas tentang estetika pada periode renaisans dan beberapa tokohnya.
Etimologi:
  • Inggris dan Perancis: Renaisance
  • Italia: Rinascimento
  • Latin: Rinascere
Artinya "Dilahirkan Kembali" (Rebirth)

Berikut adalah beberapa tokoh pada periode renaisans:
  • Fransiskus dari Asist
    Fransiskus lahir pada tahun 1182 dan meninggal pada tahun 1226. Dia mendirikan Ordo Fransiskan. Fransiskus merupakan anak dari pedagang kain, dan pada abad 13 dia mengajarkan Yesus sebagai orang yang biasa.
     
  • Fransesco Petrarca
    Lahir pada tahun 1304 dan meninggal pada tahun 1374, dia merupakan seorang sastrawan Italia yang mempelajari sastra klasik Yunani - Romawi.
     
  • Marsilio Ficino
    Lahir pada tahun 1433 dan meninggal pada tahun 1499, dia merupakan seorang tokoh Humanisme Renaisans. Dia juga berperan sebagai pembangkit ajaran NeoPlatonisme. Marisilio juga merupakan salah satu penerjemah pertama tulisan-tulisan Plato.

  • Leon Battista Alberti
    Lahir pada tahun 1404 dan meninggal pada tahun 1472, dia merupakan seorang penulis, arsitek, pendeta, penyair, dan linguis. Dia mengenal estetika Yunani Kuno dari tulisan-tulisan Vitruvius dan Plinius. Bukunya yang berjudul On Painting menjelaskan sistem perspektif linear.

  • Leonardo da Vinci
    Lahir pada tahun 1452 dan meninggal pada tahun 1519, dia merupakan seorang seniman dan ahli ilmu alam. Dia mengembangkan teori perspektif menjadi beberapa macam, yaitu perspektif linear, perspektif warna, perspektif kabur (blur), dan perspektif udara. Dan beberapa teknik yang dia gunakan adalah teknik "kiaraskuro" dan "sfumato" (smoky effect).